Monday, January 7, 2019

Contoh Ringkasan Drama, Novel, Dan Cerpen

Bahasa Indonesia merupakan materi terpenting dalam pendidikan. Dan di dalamnya terdapat pengertian atau materi tentang novel, drrama, dan cerpen. Mungkin kita sering diminta atau disuruh untuk membuat salah satu dari 3 materi bacaan yang diterangkan atau tertera di buku. Nah, pada kali saya akan menjelaskan dan memberikan beberapa contoh ringkasan novel, drama, dan cerpen. Sebagai berikut.

Novel
Pengertian Novel
 Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Penulis novel disebut novelis.
Genre novel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun”.  Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasik, abad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18. Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.
Contoh :
Bumi Manusia "Sebuah Jendela ke Masa Lalu" by Pramoedya Ananta Toer

Title: Bumi Manusia (The Earth of Mankind)
Author: Pramoedya Ananta Toer
Publisher: Lentera Dipantara
Published: 2005 (first published 1975)
Pages: 535p
ISBN: 9789799731234
Borrowed from HelvrySinaga
Namanya minke (baca: Mingke), tokoh yang digunakan oleh Pram untuk menggambarkan Indonesia di akhir 1800 hingga awal 1900 yang oleh sejarah kita tercatat sebagai masa awal Kebangkitan National. Diceritakan dengan latar Surabaya dan Wonokromo serta beberapa kota lain di Provinsi yang kita kenal sekarang dengan nama Jawa Timur. Zaman yang digambarkan Pram dalam buku ini, mungkin sekilas pernah kita pelajari lewat pelajaran sejarah di sekolah, namun karena metode yang saya temukan hanyalah, mencatat buku sampai habis, maka hanya sedikit ingatan yang tersisa dari halaman-halaman buku yang entah dimana sekarang. Kisah Minke bermula di tahun 1898, saat itu dia adalah siswa H.B.S, sebuah sekolah Belanda. Ia mengaku pribumi, namun semua orang tahu, untuk masuk ke H.B.S, kalau bukan totok (orang Eropa asli) atau Indo (campuran), pastilah si pribumi dijamin oleh sebuah kedudukan yang cukup tinggi. Minke tak pernah mengakui jaminan itu, Ia memperkenalkan dirinya sebagai Minke, tanpa nama keluarga, seorang pribumi.

Sebagai seorang pribumi, Minke membaca dan menulis dalam bahasa Belanda sebanding bahkan lebih baik dari mereka yang berdarah totok. Lalu suatu ketika, atas ajakan teman sekelasnya, Minke berkunjung ke sebuah rumah mewah, jenis rumah yang tak pernah dimasukinya dan yang ia yakini adalah milik orang Belanda. Kunjungannya itu mengenalkannya pada  Annelies, seorang gadis yang digambarkan Pram menandingi kecantikan bidadari yang turun dari kayangan. Minke pun jatuh cinta. Seakan nasib berpihak padanya, Ibu gadis itu, yang dikenal dengan nama Nyai Ontosoroh seperti mendukung keberadaannya di rumah itu, mendorong Annelies untuk menemani Minke mengelilingi rumah mereka yang berujung pada semakin terperosoknya Minke dalam kekaguman akan kecantikan Annelies.

Sebutan Nyai, pada masa kolonial Belanda berarti gundik, simpanan orang Eropa, tidak dinikahi secara resmi, tetapi tinggal serumah dan bahkan melahirkan anak-anak berdarah campuran. Posisi Nyai ini dianggap lebih beruntung dari perempuan pribumi lainnya secara ekonomi, tetapi secara moral sangat direndahkan. Begitulah image Nyai Ontosoroh dimata orang. Ia tinggal bersama Robert Mellena dan Annelies, anak-anak hasil hubungannya dengan Herman Mellena. Nyai memimpin rumahnya sendiri, karena Herman Mellena jarang pulang, Ia mempertahankan bisnisnya dengan kepandaian ala Eropa. Nyai Ontosoroh memang berdarah Pribumi, tetapi tutur kata, budaya, pengetahuan dan kecakapannya sebanding dengan wanita Eropa yang terpelajar. Dalam sekali kunjungan, Nyai Ontosoroh menilai Minke sebagai anak muda yang baik dan bisa diandalkan, Ia pun memaksa Minke tinggal bersama mereka. Demikianlah Minke pun masuk ke dalam lingkungan Nyai Ontosoroh dan Annelies.


Drama
Pengertian Drama
Drama merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton. Drama memerlukan kualitas komunikasi, situasi dan aksi. Kualitas tersebut dapat dilihat dari bagaimana sebuah konflik atau masalah dapat disajikan secara utuh dan dalam pada sebuah pementasan drama.
Contoh Drama
“ PETANG di TAMAN ”
K a r y a                                   : Iwan Simatupang
Para Pemain
Orang Tua, OT             :
Lelaki Separuh Baya, LSB       :
Penjual Balon, PB                    :
Wanita, W                                :
Pemuda, Pa                             :
Pemudi, Pi                               :

Berlaku        :    Di sebuah taman, dalam jangka waktu kurang lebih                 satu jam, terus menerus.
Lelaki              Mau hujan.

Orang Tua        Apa ?

Lelaki              Hari mau hujan. Langit mendung.

Orang Tua        Ini musim hujan ?

Lelaki              Bukan. Musim kemarau.

Orang Tua        Dimusim kemarau, hujan tak turun.

Lelaki              Kata siapa ?

BUNYI GURUH

Orang Tua        Ini bulan apa ?

Lelaki              Entah.

Orang Tua        Kalau begitu saya benar. Ini musim hujan.

Lelaki              Bulan apa kini rupanya ?

Orang Tua        Entah.

Lelaki              Kalau begitu, saya benar, ini musin kemarau.

Orang Tua        Salah seorang dari kita mesti benar.

Lelaki              Kalau begitu, baiklah saya kalah. Ini musim hujan.

Orang Tua        Tidak, tidak !  Yang lebih tua mesti tahu diri, dan mengalah. Ini musim kemarau.

BUNYI GURUH

Orang Tua        Kita sama-sama kalah.

Lelaki              Maksudmu, bukan musim hujan, dan bukan pula musim kemarau ?

Orang Tua        Habis mau apa lagi ?

Lelaki              Beginilah, kalau kita terlalu gila hormat.

Orang Tua        Maumu bagaimana ?

Lelaki              Ah, kita boleh lebih kasar sedikit.

Orang Tua        Lantas.

Lelaki              Akan lebih jelas, musim apa sebenarnya kini.

Orang Tua        Dan kalau sudah bertambah jelas ?

Lelaki              (DIAM)

Orang Tua        (MERENUNG)  Dan kalau segala-galanya sudah ber-tambah jelas, maka kitapun sudah saling bengkak-bengkak, karena barusan saja telah cakar-cakaran. Dan siapa tahu, salah seorang dari kita tewas pula dalam cakar-cakaran itu. Atau keduanya kita. Dan ini semua, hanya oleh karena kita telah mencoba meng-ambil sikap yang agak kasar terhadap sesama kita (TIBA-TIBA MARAH) Bah ! Persetan dengan segala musim! Dengan segala musim !

BUNYI GURUH. TAK BERAPA LAMA MASUK PENJUAL BALON, BALON-BALONYA BERANEKA WARNA.

Orang Tua        (KEPADA PB)  Silahkan duduk.

Penj. Balon      (BIMBANG, MASIH SAJA BERDIRI)

Orang Tua        Ayo, silahkan duduk ! (MENEPI DI BANGKU)

Lelaki              Tentu saja dia menjadi ragu-ragu bapak buat.

Orang Tua        Kenapa ?

Lelaki              Pakai silahkan segala !  Ini kan taman ? (TIBA-TIBA MARAH) Dia duduk, kalau dia mau duduk. Dan tidak duduk kalau  dia memang tidak mau duduk. Habis perkara !  Bah! (MELIHAT DENGAN GERAM KEPA-DA PB)

Penj. Balon      (DUDUK)

Lelaki              (MASIH MARAH) Mengapa kau duduk ?

Penj. Balon      Eh… karena saya mau duduk.
  


Cerpen
Pengertian Cerpen
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis. Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.
Contoh Cerpen
Di Tubuh Tarra Dalam Rahim Pohon


DI PASSILIRAN2 ini, kendati begitu ringkih, tubuh Indo3tidak pernah menolak memeluk anak-anaknya. Di sini, di dalam tubuhnya—bertahun-tahun kami menyusu getah. Menghela usia yang tak lama. Perlahan membiarkan tubuh kami lumat oleh waktu—menyatu dengan tubuh Indo. Lalu kami akan berganti menjadi ibu—makam bagi bayi-bayi yang meninggal di Toraja. Bayi yang belum tumbuh giginya. Sebelum akhirnya kami ke surga.
Beberapa hari yang lalu, kau meninggal—entah sebab apa. Kulihat kerabatmu menegakkan eran4 di tubuh Indo untuk mereka panjati. Sudah kuduga, kau keturunan tokapua5, makammu harus diletakkan di tempat tinggi. Padahal kau, aku, dan anak-anak Indo yang lain, kelak di surga yang sama. 
Pagi-pagi sekali, kau berdiri di ambang bilik—mengetuk pintu ijukku yang rontok sebab bertahun-tahun tak diganti.
”Boleh masuk?”
Aku mengangguk, takut salah bicara dan kau akan murka. Bagi tomakaka’6 sepertiku, tak ada yang lebih hina dari salah bertutur kepadamu.
”Maaf,” bukamu, ”sudah seminggu saya di sini, tapi saya sepertinya masih sangat asing.”
”Saya dan anak-anak Indo yang lain juga minta maaf, kau tahulah kami ini hanya tomakaka, bahkan ada tobuda7, tak seberapa nyali kami untuk melancangi kaum junjungan sepertimu.”
Air matamu jatuh, luruh satu demi satu. Apa yang salah dariku, atau darimu, Runduma? Iya, kutahu namamu dari Indo, malam setelah kau makam di tubuhnya, Indo menerakan segala perihal kau, mesti tak jelas dan tentu saja samar-samar. Kau membawa banyak luka dari dunia?
”Di dunia, saya junjunganmu. Tapi di sini beda…,” kau menggantung, wajahmu kian rusuh, adakah yang kisruh di pikiranmu? Kemudian, tangisanmu keras, bertambah deras buyar air matamu.
”Lola Toding?”
Aku tergagau. Kau tahu namaku? Ah ya, pasti Indo yang memberi tahu. Kau duduk geming—wajahmu tampak ragu.
”Ceritalah!” terkaku, dan aku yakin kau ingin menerakan sesuatu.
”Jangan sampai yang lain tahu, kau bisa menjaga rahasia, kan?”
Aku mengangguk meyakinkanmu. Kau menimpalkan senyuman lantas memulai kisahmu, dengan dada yang kelihatan sesak. Koyak.
Tongkonan8 tampak gegap malam itu. Suara-suara riuh. Wajah-wajah penuh peluh. Orang-orang berlibat bicara. Sesaat situasi menegang ketika seorang lelaki paruh baya memegang leher baju pemuda yang wajahnya kusut.
”Pemuda kusut itu ambe9ku.” Kausela ceritamu sendiri. Aku mengangguk, memberimu isyarat melanjutkan cerita.
Ambemu diam dalam simpuhnya. Ia tertssunduk lesu. Matanya berkaca-kaca seperti hendak marah namun tak sanggup.
”Dia sudah menyalahi pemali mappangngan buni10. Ia berzinah,” geram lelaki paruh baya itu. Dia kakekmu, Runduma? Betul. Kau mengangguk.
Ambe dan indomu pacaran. Bukan lantaran mereka saling mencintai sehingga adat tak adil padanya. Bukan. Seperti yang kauterakan; orangtuamu itu kedapatan saling tindih di semak belakang tongkonan sebelum resmi menikah. Untung yang menemukan mereka kerabatmu juga sehingga tak ia sebar kabarnya ke penjuru kampung.
Pagi mulai beranjak menjejak siang. Kutahu itu dari getah putih yang mulai tak deras mengucur dari tubuh Indo. Ceritamu belum selesai.
”Besok saya lanjutkan, Toding,” cetusmu.
”Kau janji?”
”Pasti saya cerita!”
”Janji jangan panggil Toding, itu nama lelaki, nama ayahku. Lola saja,” gelakku.
Kau tersenyum, tampak geli mendengarku.
Awan Agustus meriung di langit Toraja. Derau angin merontokkan rambut-rambut Indo yang kecoklatan. Aku duduk di ambang bilik, melempar tatap sejauh mungkin. Sebentar lagi, mungkin jelang beberapa hari Toraja akan riuh. Kudengar kabar, keluarga Allo Dopang akan mengadakan rambu solo11 untuk mayat tanggungannya yang masih sakit dalam tongkonan. Ingin rasanya aku mengajakmu ke sana. Paling tidak, di sana kita akan melepas rindu pada sanak kerabat. Bukankah, bagi kita anak-anak Indo, surga kecil adalah senyuman kerabat. Atau kau ingin bertemu orangtuamu? Ikutlah denganku, Runduma, aku yakin acaranya pasti meriah. Akan ada puluhan kerbau yang dipotong, babi juga pasti banyak.
”Toding,” tegurmu melamurkan lamunku. Aku berbalik badan. Menatapmu tajam.
”Eh, maaf, maksud saya, Lola,” tambahmu lekas.
”Ada apa? Mau melanjutkan yang tak sampai waktu itu?”
”Punya waktu?”
”Silakan,” timpalku tanpa menjawab basa-basi mu.
Ambemu tokapua, sama seperti indomu, tak ayal, rampanan kapa12 harus dihelat mewah di tongkonan mereka. Tak boleh tidak. Kalau lancang menghindar, tulah akan menimpa. Katamu, kematianmu berawal dari sana. Kendatipun bukan pokok perkara, pernikahan mewah orangtuamu yang membuatmu mati sebelum sempat mengecapi dunia lebih lama. Sama sepertiku. Seperti anak-anak Indo yang lain.
”Pernikahan mereka lancar, hingga saya lahir dan berusia lima bulan. Semuanya berakhir begitu saja.” Kau tersedu. Tidak dapat melanjutkan kalimatmu. Lelaki dapat koyak juga, batinku. Tak sadar, kini kau telah merasuk dalam pelukanku.
Malam itu, malam terakhirmu di dunia. Kau mengembuskan napas penghabisan di tangan kedua orangtuamu. Mereka tak pernah akur setelah rahasia pernikahannya terbongkar. Ambemu menanggung borok utang. Sebagai kaum bangsawan, ambemu wajib membayar dengan dua belas kerbau dewasa untuk menyunting indomu. Jadilah ia memungut uang di kiri-kanan, tentu dengan bunga yang tinggi. Setelah lebih setahun pernikahan mereka utang ratusan juta itu belum juga dapat ambemu lunasi. Ia jadi sering marah. Memukuli dan mengumpati indomu. Kau sial malam itu, Runduma. Dari gendongan indomu kau terpental setelah ambemu tak lagi meredam amarahnya sehingga ia melompat dan mendorong indomu hingga tersungkur. Indomu meringis. Kepalamu mendabik keras lantai tongkonan. Sesaat hening. Kemudian suasana keruh. Rusuh. Ambemu kalap. Gelagapan. Indomu merasukkan tubuhmu ke gendongannya.
”Saya merasa napasku berat malam itu. Lalu tersengal-sengal,” katamu, dan kau semakin rapat dalam pelukanku.
”Kau ingat semuanya?” tanyaku penasaran.
”Tidak semua, tapi beberapa kejadian di jelang kematianku masih kuingat meski agak samar,” jelasmu.
Ambemu panik. Indomu jangan ditanya lagi. Ia kehilangan daya ketika melihat tangannya yang menadah kepalamu memerah darah. Di gendongannya kau dibawa lari ke muka tongkonan, ia berteriak.


Sunday, January 6, 2019

Contoh Surat Permohonan Haji

Hal : Permohonan Berangkat CJH Lansia            Madiun, 03 Januari 2019
Kepada
Yth. Kepala Kantor Kementrian Agama
Kabupaten Madiun

Yang bertanda tangan di bawah ini CJH Lansia Kabupaten Madiun :
          Nama                   : Santi Binti Kumar
          Nomor Porsi        : 1300798272
          Alamat        : Ds. Pilangrejo 
          No. Tlp/HP : 085 780 xxx xxx (Anto anak)

          Menyadari kondisi kesehatan dan usia yang telah lanjut, mohon dapatnya saya diberangkatkan untuk menunaikan Ibadah Haji pada Musim Haji Tahun 1440 H/2019 M.
Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan Dokumen CJH Lansia dan pendamping saya sebagai berikut:
1.     Dokumen CJH Lansia :
a.     Photo Copy setoran awal BPIH
b.     Photo Copy KTP, KK, Buku Nikah, Ijazah, dan Akte Kelahiran
Demikian atas terkabulnya permohonan ini disampaikan banyak terima kasih.

                                                                  
   Pemohon





       Santi

Contoh Laporan Study Tour SD

LAPORAN STUDY TOUR MALANG

(JATIM PARK 2 & ECO GREEN)




 


















Nama        : FUAD KHOIRUL HAMDANI



Kelas             : VI A



No. Absen : 14


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Sehingga kami dapat menyelesaikan laporan study tour ini.Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman tentang daerah Jawa Timur,menjadikan keterbatasan saya pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini,oleh karena itukritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini.Harapan saya,semoga laporan study tour ini membawa manfaat bagi kita,setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang daerah Jawa Timur.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak dalam proses pembuatan laporan study tour ini.



PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Study tour adalah salah satu kegiatan yang tidak wajib.Dengan adanya laporan ini,kita dapat mengerti perkembangan wisata secara nyata,dan dapat pula mengembangkan daya pikir atu imajinasi kita.Kegiatan tersebut merupakan program yang telah dibimbing dan dapat digolongkan dalam ekstrakurikuler sekolah. Sehingga dengan adanya wisata,selain akan menambah wawasan,juga dapat di jadikan kegiatan refresing.


B.  Tujuan Penulisan

*Memperkarya wawasan siswa terhadap lingkungan.
*Dapat mengetahui pengetahuan tentang sejarah suatu tempat.
*Dapat mengetahui manfaat dibangunnya suatu tempat.


C.  Tempat Kunjungan Study Tour

*Eco Green
*Jatim Park 2
*Pasar Buah Dewi Sri


D. Alasan Memilih Tempat Kunjungan

*Daerah yang tidak strategis, sehingga tidak mudah di jangkau.
*Untuk mengetahui informasi secara mendetail tentang lokasi tersebut.


E.  Peserta Kegiatan Study Tour

Peserta pelaksanaan Study tour tahun 2018/2019 dari rombongan SDN Banjarejo di ikuti siswa/siswi kelas 6 beserta guru pendamping di setiap busnya.


PEMBAHASAN

STUDY TOUR MALANG
(Jatim Park 2 & Eco Green)


Pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2018,saya dan teman teman kelas 6 SDN Banjarejo Madiun sedang berwisata di Kota Batu, Malang Jawa Timur yaitu bagian Jatim Park 2, Eco Green dan pasar Dewi Sri. Saya dan rombongan berangkat pukul 03.00 WIB.Perjalanan kira kira menempuh waktu 6 jam.Pada saat pukul 05.00 pagi,saya dan rombongan berhenti di Masjid untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh saya dan rombongan kembali melanjutkan perjalan.Di perjalan saya sangat kagum dengan pemandangan alam yang sangat indah.Waktu menunjukan pukul 09.00 WIB, Kami pun berhenti untuk sarapan pagi di rumah makan Fariz,Kota Batu,Malang. Saat di rumah makan,kami berfoto foto ria dirumah makan Fariz.

Setelah di rumah makan,kami melanjutkan perjalanan ke Jatim Park 2 & Eco Green. Setelah sampai di tempat tujuan, saya dan rombongan menunggu kira kira 10 menit. Sambil menunggu kami berfoto foto ria di sekitar museum satwa.Lalu kami menuju di taman Eco Green dengan berjalan kaki.Disana kami diberi tiket yang dipakaikan ditangan. Disana kami melihat lihat berbagai hewan dan tumbuhan.Ada gajah yang terbuat dari televisi bekas,ada juga badak yang terbuat dari tiga mobil bekas.Setelah itu kami menuju ruangan seperti layaknya museum.Disana ada berbagai hewan hewan kecil yang sangat langka,disana juga kita berfoto foto ria.Ditaman Ecco Green kami diajarkan bagaimana cara mengolah sampah yaitu sampah organik dan anorganik.

Kami pun sampai di lokasi ke dua yaitu jatim park 2.Disana ada berbagai hewan langka seperti,Harimau,Singa,Monyet,Zebra,Jerapah,Unta,Gajah,Badak,Flamingo,dan berbagai Burung langka, serta hewan hewan langka lainnya.Kami pun merasa senang karena bisa berfoto foto riang gembira dijatim park 2Kami pun melanjutkan perjalanan dengan melihat bioskop yaitu melihat cerita Hanoman yang sangat mengagumkan dan seru.Pada saat pukul 12.00/13.30 WIB, kami diizinkan untuk menaiki wahana dan istirahat makan siang serta sholat dhuhur. Kami menaikki wahana Tsunami,Gurita dan Roller coaster.

Waktu menunjukan pukul 13.30 kami pun melanjutkan perjalanan ke Museum Satwa.Disana kami melihat berbagai lukisan hewan langka,hewan langka palsu,dan ruangan yang unik bertema hewan dan tumbuhan.Disana kami berfoto foto ria bersama teman teman ku.Pada saat pukul 15.00 kami melanjutkan perjalanan yaitu di Tempat oleh oleh Brawijaya. Disana kami membeli oleh oleh ada baju,keripik,sandal,boneka,buah apel dan lain lain. Setelah itu kami menuju tempat makan Brawijaya untuk makan sore.Setelah itu mandi dan melanjutkan perjalanan ke pasar buah Dewi Sri.

Dipasar buah Dewi Sri,kami membeli buah buahan lagi. Waktu menunjukkan pukul 17.30 kami pun menuju masjid terdekat untuk sholat maghrib.Setelah sholat maghrib, kami melanjutkan perjalanan pulang ke madiun.Saat di dalam bus kami diberikan obat anti mabuk perjalanan.Disaat perjalanan kami pun mengantuk dan akhirnya tidur karena kami sangat kelelahan.Perjalanan Madiun/Malang kira kira 6 jam lamanya.Tak terasa sudah sampai di Madiun saat pukul 23.00, Kami pun segera turun dari bus

dan menemui orang tua yang sudah menjemput kami.Itulah laporan saya saat sedang berwisata di Jatim Park 2 & Eco Green


PENUTUP


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas kemudahan dalam pembuatanlaporan Study tour ini sehingga dapat kami selesaikan tugas penulisan laporan ini dengan baik.Dalam penyusunan laporan ini jika masih ada kesalahan dan kekurangan dalam penguraian tulisan atau kalimat dan yang lainnya,saya mohon maaf sebesar besarnya.Atas kritik dan saran kami pada laporan ini,kami mengucapkan banyak terima kasih sehingga laporan ini dapat lebih sempurna.




A. Kesimpulan

Dengan adanya objek objek wisata yang menarik dapat meningkatkan jumlah
Wisatawan dari mancanegara maupun domestik,sehingga dapat menambah dana devisa
Di daerah Malang,Jawa Timur pada khususnya.



B.  Saran

Perlu ditingkatkannya tenaga tenaga profesional dalam bidang kepariwisataan yang memiliki pengalaman,keterampilan,dan kemampuan berinteraksi yang baik dengan cara mendirikan perguruan tinggi paiwisata,pendidikan menengah pariwisata,pusat penelitian dan pengembangan pariwisata


C.                 Lampiran
 (Foto Kalian Selama di Tempat Wisata)


Thursday, December 27, 2018

Rangkuman Peristiwa Proklamasi dan Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pada kali ini saya akan membahas tentang bagaimana terbentuknya Negara Kesatuan Repulik Indonesia tetapi dalam berbentik rangkuman yaitu sebagai berikut:

1.       Berbeda pendapat dalam suatu masalah adalah hal yang wajar. Demikian juga perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda menjelang Proklamasi Indonesia juga hal yang wajar. Perbedaan pendapat tersebut adalah tentang waktu, kapan proklamasi dilaksanakan. Golongan muda yang anatara lain Chaerul  Saleh, Sutan Syahrir, Darwis, Wikana, Sukarni, B.M. Diah, Djohar Nur, dan lain-lain menghendaki agar proklamasi dilaksanakn secepat mungkin terlepas dari pengaruh Jepang. Golongan tua yang antara lain Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Subardjo menghendaki bahawa proklamasi dilaksankan setelah adanya sidang PPKI. Hal ini untuk menghindari pertumpahan darah. Perbedaan pendapat antara 2 golongan tersebut akhirnya dapat dipersatukan kembali dengan tampilnya Achmad Subardjo yang menjanjikan kepada golongan pemuda bahwa proklamasi akan dilaksanakan paling lambat tanggal 17 Agustus 1945, kalau tidak taruhannya adalah nyawanya.


2.       Dengan adanya persatuan pendapat kembali antara golongan tua dengan golongan muda, akhirnya tersusun konsep naskah proklamasi yang disusun oleh Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Subardjo di rumah Kediaman Laksamana Muda Maeda. Setelah diketik oleh Sayuti Melik dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, teks proklamasi yang otentik tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan ke seluruh Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan itu merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia. Sejak itu Indonesia menjadi negara merdeka dan berdaulat serta terlepas dari semua penjajahan.


3.       Proklamasi Kemerdekaan Indonesia telah dikumandangkan, tidak hanya ke seluruh Indonesia, tapi juga ke seluruh dunia. Penyebarluasan berita proklamasi ini dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui kantor berita Domei, Radio Hoso Kanry Kyoku, kawat telepon, surat kabar, anggota PPKI dan sarana-sarana lain. Dalam waktu singkat berita proklamasi telah tersebar luas.
4.       Dengan berdirinya negara baru yaitu Negara Republik Indonesia, langkah berikutnya adalah menyusun perlengkapan-perlengkapan pemerintah dan negara sebagai syarat berdirinya suatu negara yang merdeka dan berdaulat, antara lain sbb:
-          Penetapan dan pengesahan UUD 1945.
-          Pemilihan dan penetapan presiden dan wakil presiden.
-          Pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi.
-          Pembentukan 12 departemen/kementrian.
-          Pembentukan dan pelantikan Komite Nasional Indonesia Pusat dan Daerah.
-          Pembentukan Badan Keamanan Rakyat.
-          Pembentukan lembaga-lembaga daerah.
-          Penataan pegawai negeri/aparat pemerintah.


5.       Dukungan spontan dan tindakan Heroik dari berbagai daerah teus muncul dan mengalir ke Jakarta. Dukungan tersebut menunjukkan kebulatan tekad rakyat untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dari penjajahan bangsa lain. Dukungan spontan tersebut, antara lain adalah pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, adanya rapat raksasa di Lapangan IKADA Jakarta, dan peristiwa-peristiawa Heroik di berbagai daerah di Indonesia. Semua dukungan tersebut ditujukan pada berdirinya Negara Republik Indonesia yang merdeka. 

Wednesday, December 26, 2018

Manipulasi Data (Tutorial Microsoft Excel)

        1.  Manipulasi Data
         Manipulasi data dilakukan untuk memperbanyak atau menggandakan data. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan Copy dan perintah Cut. Beda antara perintah copy dengan cut adalah jika Copy maka cell atau data yang digandakan utuh sedangkan Cut yang digandakan akan hilang.

a.       Menggandakan Data Antar Sel Dalam Satu Lembar Kerja
Caranya:
1.       Klik atau blok dataa yang menjadi sumber.
2.       Klik Copy pada Tab Home – group Clipboard atau Quick Access Toolbar
3.       Klik tempat tujuan dimana hasil akan ditempatkan
4.       Klik kemudian pilih Paste

b.      Menggandakan Data Dalam Sel Ke Lembar Kerja Lain
Caranya:
1.       Klik atau blok data yang menjadi sumber pada sheet (Lembar Kerja)
2.       Pilih Select All Sheet
3.       Klik menu Copy pada Clipboard atau Quick Access Toolbar
4.       Klik Sheet  (Lembar kerja tujuan) kemudian klik cell dimana hasil akan ditempatkan
5.       Klik menu Paste pada Clipboard atau Quick Access Toolbar
c.       Memindahkan Seluruh Data Antar Lembar Kerja

Adalah menempatkan data yang dipilih ke posisi yang lain.
Caranya:
1.       Klik atau Blok datanya
2.       Arahkan mouse ke bingkai dari cell terpilih
3.       Klik dan tahan mouse kemudian tarik ke tempat tujuan
Atau
a.       Klik atau Blok datanya
b.      Klik menu Cut pada Clipboard atau Quick Access Toolbar
c.       Klik tempat tujuan
d.      Klik Menu Paste pada Clipboard atau Quick Access Toolbar
Note : Perintah Copy dapat diganti dengan Ctrl + c, perintah Cut = Ctrl + x, Paste = Ctrl + V.
Jika yang akan dipindahkan adalah seluruh isi sheet maka caranya adalah:
-          Pilih Sheet kemudian pilih Tab Home

-          Pilih Group Cells – pilih Format
-          Pilih Move or Copy
-          Pilih pada Jendela Create a copy
-          Tekan OK
Atau
-          Klik kanan pada Sheet kemudian pilih Move or Copy
-          Pilih pada jendela Create a copy
-          Tekan OK

2.       Menghapus Data pada Cell, Kolom atau Baris
Caranya :
1.       Klik Cell, penanda kolom atau baris yang datanya akan dihapus
2.       Tekan tombol Delete pada keyboard atau Klik Tab Home
-        Group Cells kemudian klik Delete kemudian pilih:
ð  Cells       : Menghapus Cell
ð  Rows     : Menghapus Baris
ð  Column : Menghapus Kolom
ð  Sheet    : Menghapus Sheet

3.       Memformat Data/Tabel dan Menghapus Format Data/Tabel
Caranya :
1.       Klik Cell yang datanya akan diformat
2.       Kemudian pilih Tab Home – Group Style – Conditional Formatting – tentukan
format yang diinginkan
3.       Untuk menghilangkan Format dari sebuah tabel pilih Clear Rules....  – pilih Clear Rules from Selected Cells atau Clear Rules from Entire Sheet

Tuesday, December 25, 2018

Pengertian Tentang Tahun Jawa Beserta Penjelasannya

      a.  Tahun Jawa sebelumnya adalah Tahun Saka, yang oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma Raja Mataram, diubah menjadi Tahun Jawa, dengan berbagai perubahan sebagai berikut.

1.       Perubahan disesuaikan dengan Tahun Hijriah, mengapa berselisih hitungan? Jika tahun 2006 Tahun Hijriah 1427, mengubah pada tahun Jawa 1939. Karena Sultan Agung mengubah pada tahun 78 Masehi atau 512 Hijriah. Dan hitungan tahun Saka tetap dilanjutkan, dihitung dari 0.

2.       Tahun Saka hitungannya berdasarkan edar matahari atau sistem samsiah, sedangkan Tahun Jawa diubah persis dengan tahun Hijriyah yang Komariyah. Berarti usia setiap bulan 29-30 hari.

b.      Nama Bulan (disesuaikan dengan bulan Hijriah dengan adaptasi Jawa).

1.       Sura (diambil dari hari Asyura)
2.       Sapar
3.       Mulud (dari kata milad hari lahir Nabi)
4.       Bakda Mulud
5.       Jumadilawal
6.       Jumadilakhir
7.       Rejeb
8.       Ruwah
9.       Pasa
10.   Sawal
11.   Apit (diapit 2 hari raya)
12.   Besar (ada hari raya Besar)

c.       Nama-nama Hari

1.       Akad
2.       Senen
3.       Slasa
4.       Rebo
5.       Kemis
6.       Jemuwah
7.       Setu

d.      Pasaran

Dalam penanggalan Jawa selain ada perhitungan hari yang 7 hari dalam 1 minggu, ada satuan hitungan yang disebut pasaran. Sepasar ada 5 hari, semula untuk menandai hari diselenggarakannya pasar. Nama-nama Pasaran yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

e.      Selapan

Kesatuan hitungan antara hari dan pasaran disebut selapan (yakni 36 hari). Misal hari Jum’at pasarannya Kliwon, maka untuk sampai hari dengan pasaran yang sama (Jum’at Kliwon berikutnya) ada 36 hari atau selapan.

f.        Wuku

Pada penanggalan Jawa, setiap Minggu (7 hari) juga ada nama atau sebutan berdasarkan mitos kala, yaitu disebut wuku. Jadi, wuku berisi 7 hari (1 minggu). Sedangkan jumlah wuku ada 30. Jadi 1 Pawukon ada 30 minggu atau 30x7 = 210 hari.

Nama Pawukon

1.       Sinta
2.       Landep
3.       Wukir
4.       Kurantil
5.       Tolu
6.       Gumbreg
7.       Warigalit
8.       Warigagung
9.       Julungwangi
10.   Sungsang
11.   Galungan
12.   Kuningan
13.   Langkir
14.   Mandhasiya
15.   Julungpujut
16.   Pahang
17.   Kuruwelut
18.   Marakeh
19.   Tambir
20.   Madangkungan
21.   Maktal
22.   Wuye
23.   Manail
24.   Prangbakat
25.   Bala
26.   Wugu
27.   Wayang
28.   Kulawu
29.   Dukut
30.   Watugung

g.       Windu

Dalam penanggalan Jawa ada hitungan dalam satuan 8 tahunan yang disebut Windu. Ada 8 nama tahun dalam satuan windu.

Nama tahun dalam satu Windu:

1.       Alip (pertama)
2.       Ehe (kedua)
3.       Jimawal (ketiga)
4.       Je (keempat)
5.       Dal (kelima)
6.       Be (keenam)
7.       Wawu (ketujuh)
8.       Jimakhir (ke delapan)

Monday, December 24, 2018

Penjelasan Tentang Penyimpangan Sosial

Hai guys Welcome to My Blog

Pada blog kali ini saya sebagai pemilik akun akan membagikan materi pelajaran SMP kelas 2 saya kepada kalian. Simak yuk!

A. Pengertian Penyimpangan Sosial
     Penyimpangan adalah segala bentuk perilaku yang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat. dengan kata lain, penyimpangan adalah tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma  dan nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penyimpangn terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan terhadap nilai dan norma dalam masyarakat disebut dengan deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut divian (deviant).

   Pengertian penyimpangan sosial sangat beragam. Berikut ini pengertian penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh beberapa tokoh.


  1. James W van de Zanden, penyimpangan sosial sebagai perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap tercela dan di luar batas toleransi.
  2. Bruce J.Cohen, penyimpangan sosial sebagai  perbuatan yang mengabaikan norma dan terjadi jika seseorang atau kelompok tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat (dalam buku Sosiologi : Suatu Pengantar, Terjemahan).
  3. Robert M.Z. Lawang,  penyimpangan sosial sebagai semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari piihak yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang (dalam buku materi pokok pengantar sosiologi).
     Penyimpangan sosial terlihat dalam bentuk perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang disebut nonkonformitas. Jadi, pada dasarnya perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang atau sifat sesuai dengan  norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat atau kelompok, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.

B. Penyebab Perilaku Menyimpang 
    Terjadinya perilaku menyimpang haruslah dilihat dari situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Setiap individu memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda maka hal tersebut akan menyebabkan terbentuknya pola-pola perilaku yang berlainan. Tidak semua individu mampu mengidentifikasi diri dengan nilai dan noram yang berlaku di dalam masyarakat. Hal ini berarti gagalnya proses sosialisasi sehingga cenderung menerapkan pola-pola perilaku yang salah dan menyimpang. Adapun faktor-faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang adalah sebagai berikut.

  1. Perbedaan status (kesenjangan) sosial antara si kaya dan si miskin yang sangat mencolok mengakibatkan timbulnya rasa iri dan dengki sehingga terjadilah rindak korupsi, manipulasi, dan kolusi.
  2. Banyaknya pemuda putus sekolah (drop out)  dan pengangguran. Mereka yang tidak mempunyai keahlian tidak mungkin bisa bekrja di perkantoran, padahal mereka membutuhkan sandang, pangan, dan tempat tinggal. Akhirnya, mereka mengambil jalan pintas dengan menjadi pengamen atau pengemis jalanan.
  3. Kebutuhan ekonomi untuk serba berkecukupan, tanpa harus bersusah payah bekerja, mengakibatkan seseorang mengambil jalan pintas dengan cara mencuri, merampok, menodong, dan lain-lain.
  4. Keluarga yang berantakan (broken home)  dapat menyebabkan adanya penyimpangan sosial. Sebagai pelampiasan, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya negatif seperti berjudi, narkoba, miras terjun ke dalam kompleks prostitusi.
  5. Pengaruh media massa seperti adanya berita dan gambar-gambar serta siaran TV yang menyajikan tentang tayangan tindak kekerasan dan kriminalitas.
C. Teori Penyimpangan Sosial

    Penyimpangan sosial yang terjadi disebabkan oleh banyak faktor. Oleh karena itu, muncullah beberapa teori tentang penyimpangan antara lain sebagai berikut. 

  1. Teori Anatomi
          Teori ini berpandangan bahwa munculnya perilaku mennyimpang adalah konsekuensi dari perkembangan norma masyarakat yang makin lama makin kompleks sehingga tidak ada pedoman jelas yang dapat dipelajari dan dipatuhi warga masyarakat sebagai dasar dalam memilih dan bertindak dengan benar. Robert K. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku itu terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama sehingga masyarakat akan berperilaku sesuai dengan standar.
  
      Dalam suatu perombakan struktur nilai seringkali terjadi perubahan untuk menyempurnakan tata nilai yang lama dan dianggap tidak sesuai. Dalam konteks ini terjadi inovasi nilai. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan yang sesuai dengan nilai budaya tetapi menolak cara yang melembaga untuk mencapai tujuan.

2. Teori Pengendalian 
    Teori ini muncul bahwa perilaku menyimpang pada dasarnya dipengaruhi oleh 2 faktor :
  • Pengendalian dari dalam yang berupa norma-norma yang dihadapi 
  • Pengendalian yang beraasal dari luar, yaitu imbalan sosial terhadap konformitas dan sanksi atau hukuamn bagi masyarakat yang melanggar norma tersebut.
         Untuk mencegah agar perilaku menyimpang tidak berkembang lagi maka perlunya masyarkat peningkatan rasa keterikatan dan kepercayaan terhadap lembaga dasar masyarakat. Semakin kuat ikatan antara lembaga dasar dengan masyarakat, akan semakin baik karena bisa menghayati norma sosial yang dominan yang berlaku dalam masyarakat.

3. Teori Reaksi Sosial

   Teori ini umumnya berpendapat bahwa pemberian cap atau stigma seringkali mengubah perilaku masyarakat terhadap seseorang yang menyimpang, sehingga bila seseorang melakukan penyimpangan primer maka lambat laun akan melakukan penyimpangan sekunder.

 4.  Teori Sosialisasi
      
      Menurut para ahli sosiologi , munculnya perilaku menyimpang pada teori ini didasarkan dengan adanya ketidakmampuan masyarakat untuk menghayati norma dan nilai yang dominan. Penyimpangan tersebut disebabkan adanya gangguan pada proses penghayatan dan pengamalan nilai tersebut dalam perilaku seseorang.

Sekian dan terimakasih sudah mengunjungi blog saya jika ada kurangnya saya mohon maaf kemudian jika ingin request materi lain atau adanya kekurangannya pada materi ini silahkan isi komentar dibawah. Jangan lupa share ya ! Thanks!

Sumber :
Buku Paket IPS SMP kelas 2 Tahun 2008